Kekayaan, pendidikan, jabatan tak menjamin mampu membina sebuah keluarga dengan baik. Bayak kasus ditemukan seorang yang memiliki harta lebih mempunyai gelar berderet namun mengajukan cerai dengan pasangannya karena tak cocok. Begitupula wajah tampan atau pun cantik juga tak menjamin pasangan tersebut bisa bahagia membina bahtera rumah tangga.

Pembahasan itulah yang disampaikan oleh pakar Konsultan Keluarga Ustadz Triasmoro Kurniawan saat mengisi kajian bulanan di Aula SMU Muhammadiyah 1 Surakarta. Ahad, (15/4/2018).

Ustadz Tri Asmoro menyebut ada empat poin yang harus dilakukan agar pasangan rumah tangga mampu menjadi keluarga sakinah mawadah wa rahmah.

Pertama, memiliki ilmu yang cukup. Kodrat manusia cenderung memiliki sifat egois dan kadang memaksakan kehendaknya. Jika tak memiliki ilmu maka maka kita akan kesulitan membina sebuah rumah tangga.

“Iman seseorang itu fluktuatif, selain dinamika persoalan dalam rumah tangga yang juga banyak.” Ujarnya.

Kedua, Ketulusan Hati. Tak hanya memiliki ilmu saya pasangan suami istri juga harus tulus ikhlas dalam menjalani biduk rumah tangga. Melalui sebuah ketulusan itulah segala persoalan mampu diredam dengan baik.

Selanjutnya adalah, Manajemen mengelola hati. Hal ini diperlukan untuk menyikapi saat muncul persoalan rumah tangga.

“Karena kebahagiaan rumah tangga bukan milik orang tampan, kaya, punya kedudukan dan lain sebagainya” ungkap pemilik Griya Sakinah tersebut.

Dan yang terakhir adalah prioritas. Seorang pasangan suami istri harus mempu membagi kebutuhan prioritas mana yang harus didahulukan. Sebagai contohnya ada sebuah perbedaan saat baru menikah dengan sudah mempunyai dua anak.

Jika empat hal tersebut mampu dijalankan insya Allah sebuah keluarga mampu berjalan dengan harmonis bahagia dunia dan akherat.

 

Tips Membina Keluarga Bahagia Dunia Akherat
Tagged on: